ZMedia Purwodadi

Ribuan Polisi Menghadang Massa Menuntut Pelaku Pembakaran Makhota Cenderawasih Di Proses Hukum.

Table of Contents
Jayapura -Komati Papua - Ribuan Anggota Kepolisian Menghadang Aksi Demonstrasi Mahasiswa Papua di Perumnas lll Waena Kota Jayapura, pada 27 Oktober 2025. 

Aksi Demonstrasi dengan tuntutan: Negara Segera Tangkap Pelaku Pembakaran Makhota Cenderawasih. 

Aksi yang mempelopori oleh Aliansi BEM Se-kota Jayapura, dan massa aksi sekitaran 1.000-an yang datang di Perumnas lll dari titik Expo,  Abe Lingkaran,  Uncen Abe,  USTJ,  Muhamadia Papua, dan Uncen Waena. 

Massa Aksi yang datang dari berbedah titik mengunakan taxi, Pic Up,  dan ada juga jalan kaki ikut jalan pintas karena titik yang massa ambil bagian di hadang oleh Anggota Kepolisian.  

Salah satu massa mengatakan dalam orasi berlangsung "Kepolisian yang bertugas di Kota Jayapura Papua anti demokrasi maka kamu mengutuk dengan keras atas pembungkaman ruang demokrasi kami.

Lanjut orasinya, Kami menyesal bergabung dengan negara Kolonialisme Indonesia karena ruang kebebasan,  ruang hidup, dan ruang demokrasi kami di bungkam dari waktu ke waktu. Kami melakukan perlawanan dengan aksi massa karena pelanggaran HAM yang massif di Tanah Papua, namun anggota kepolisian selalu saja bungkam aksi demontrasi kami, katanya."

Salah satu  perempuan mengatakan dalam orasinya, "Kami meminta agar segera membubarkan Majelis Rakyak Papua (MRP) di Seluruh Tanah Papua karena MRP tidak patu menjalankan wewenang sebagai lembaga kultural. Budaya dan manusia adalah satu kesatuan tetapi makhota Cenderawasih yang juga merupakan simbol kebudayaan orang Papua di bakar itu satu bentuk penghinaan serta merendahkan harkat dan martabat kami.

Lanjut, Militerisme selalu dalang kejahatan di Tanah Papua dan anti demokrasi maka kami meminta dengan tegas agar kembalikan Otonomi Khusus, bubarkan Majeli Rakyat Papua, dan Berikan Hak Menentukan Nasip Sendiri (HMNS) bagi bangsa Papua Barat, katanya orator."






Posting Komentar