𝐌𝐞𝐥𝐚𝐰𝐚𝐧 𝐋𝐮𝐩𝐚!!! 𝟏𝟑 𝐓𝐚𝐡𝐮𝐧 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡𝐚𝐧 "𝐌𝐮𝐬𝐚 𝐌𝐚𝐤𝐨 𝐓𝐚𝐛𝐮𝐧𝐢"
Table of Contents
![]() |
| Komandante Musa Mako Tabuni |
𝐌𝐞𝐥𝐚𝐰𝐚𝐧 𝐋𝐮𝐩𝐚!!!
𝟏𝟑 𝐓𝐚𝐡𝐮𝐧 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡𝐚𝐧 "𝐌𝐮𝐬𝐚 𝐌𝐚𝐤𝐨 𝐓𝐚𝐛𝐮𝐧𝐢"
(14 Juni 2012 - 14 Juni 2025)
"𝘽𝙖𝙜𝙞𝙠𝙪, 𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙢𝙖𝙧𝙩𝙖𝙗𝙖𝙩 𝙙𝙖𝙧𝙞𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞."
~ 𝙈𝙪𝙨𝙖 𝙈𝙖𝙠𝙤 𝙏𝙖𝙗𝙪𝙣𝙞
Musa Mako Tabuni (1973–2012) adalah aktivis kemerdekaan dan HAM dari Papua Barat yang paling disorot dan dihormati oleh rakyat Papua. Mako berasal dari Paniai, sebuah daerah pegunungan di Provinsi Papua. Dalam perjalanan hidupnya, Mako menjadi sebuah figur penting perlawanan rakyat Papua terhadap apa yang mereka anggap sebagai penjajahan, diskriminasi, dan kekerasan oleh pemerintah Indonesia.
Musa Mako Tabuni merupakan wakil ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) — sebuah organisasi rakyat yang dibentuk untuk mendorong proses penentuan nasib sendiri (self-determination) bagi bangsa Papua Barat. KNPB juga aktif melakukan advokasi mengenai masalah HAM, kekerasan, dan marginalisasi yang terjadi di Tanah Papua.
Mako bukan hanya tokoh yang mampu orasi di tengah massa, tetapi juga perancang taktik dan strategi pergerakan akar rumput. Dalam kepemimpinannya, KNPB melibatkan masyarakat luas, mulai dari siswa, pemuda, aktivis, hingga kalangan gereja, untuk melakukan unjuk rasa damai, mencari solusi yang manusiawi, dan mendapatkan pengakuan atas akar masalah yang terjadi di Papua.
Sosok Mako Tabuni memang diberitakan dekat dengan rakyat, punya kemampuan orasi yang luar biasa, dan mampu menyatukan visi perlawanan damai. Dalam orasi dan pernyataan sikapnya, Mako selalu menekankan bahwa Papua Barat membutuhkan kemerdekaan, keadilan, dan penghormatan atas HAM masyarakatnya.
Selain aktif turun ke jalan, Mako juga melakukan koordinasi dan pertemuan rahasia untuk menjaga pergerakan rakyat dari intimidasi dan tekanan aparat keamanan Indonesia.
Tekanan dan intimidasi dari aparat keamanan terhadap Mako dan KNPB terus terjadi. Dalam sebuah operasi yang melibatkan satuan kepolisian, Musa Mako Tabuni ditembak mati pada 14 Juni 2012 di Waena, Jayapura.
Versi resmi kepolisian menyebut bahwa Mako melawan saat akan ditangkap, tetapi kalangan aktivis dan lembaga HAM, seperti Komnas HAM, Human Rights Watch, dan Amnesty International, melihat peristiwa tersebut sebagai penggunaan kekerasan yang melawan prosedur dan merupakan sebuah eksekusi di luar proses peradilan (extrajudicial killing).
Musa Mako Tabuni bukan hanya sebuah nama, tapi simbol perlawanan damai dan martir dari sebuah bangsa yang tengah mencari keadilan dan kemerdekaan. Dalam hati rakyat Papua, Mako hidup terus — menjadi cahaya dan pendorong bagi pergerakan untuk mendapatkan kebebasan, kesetaraan, dan penghormatan atas HAM masyarakat Papua.
𝟏𝟑 𝐓𝐚𝐡𝐮𝐧 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡𝐚𝐧 "𝐌𝐮𝐬𝐚 𝐌𝐚𝐤𝐨 𝐓𝐚𝐛𝐮𝐧𝐢"
(14 Juni 2012 - 14 Juni 2025)
"𝘽𝙖𝙜𝙞𝙠𝙪, 𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙢𝙖𝙧𝙩𝙖𝙗𝙖𝙩 𝙙𝙖𝙧𝙞𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞."
~ 𝙈𝙪𝙨𝙖 𝙈𝙖𝙠𝙤 𝙏𝙖𝙗𝙪𝙣𝙞
Musa Mako Tabuni (1973–2012) adalah aktivis kemerdekaan dan HAM dari Papua Barat yang paling disorot dan dihormati oleh rakyat Papua. Mako berasal dari Paniai, sebuah daerah pegunungan di Provinsi Papua. Dalam perjalanan hidupnya, Mako menjadi sebuah figur penting perlawanan rakyat Papua terhadap apa yang mereka anggap sebagai penjajahan, diskriminasi, dan kekerasan oleh pemerintah Indonesia.
Musa Mako Tabuni merupakan wakil ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) — sebuah organisasi rakyat yang dibentuk untuk mendorong proses penentuan nasib sendiri (self-determination) bagi bangsa Papua Barat. KNPB juga aktif melakukan advokasi mengenai masalah HAM, kekerasan, dan marginalisasi yang terjadi di Tanah Papua.
Mako bukan hanya tokoh yang mampu orasi di tengah massa, tetapi juga perancang taktik dan strategi pergerakan akar rumput. Dalam kepemimpinannya, KNPB melibatkan masyarakat luas, mulai dari siswa, pemuda, aktivis, hingga kalangan gereja, untuk melakukan unjuk rasa damai, mencari solusi yang manusiawi, dan mendapatkan pengakuan atas akar masalah yang terjadi di Papua.
Sosok Mako Tabuni memang diberitakan dekat dengan rakyat, punya kemampuan orasi yang luar biasa, dan mampu menyatukan visi perlawanan damai. Dalam orasi dan pernyataan sikapnya, Mako selalu menekankan bahwa Papua Barat membutuhkan kemerdekaan, keadilan, dan penghormatan atas HAM masyarakatnya.
Selain aktif turun ke jalan, Mako juga melakukan koordinasi dan pertemuan rahasia untuk menjaga pergerakan rakyat dari intimidasi dan tekanan aparat keamanan Indonesia.
Tekanan dan intimidasi dari aparat keamanan terhadap Mako dan KNPB terus terjadi. Dalam sebuah operasi yang melibatkan satuan kepolisian, Musa Mako Tabuni ditembak mati pada 14 Juni 2012 di Waena, Jayapura.
Versi resmi kepolisian menyebut bahwa Mako melawan saat akan ditangkap, tetapi kalangan aktivis dan lembaga HAM, seperti Komnas HAM, Human Rights Watch, dan Amnesty International, melihat peristiwa tersebut sebagai penggunaan kekerasan yang melawan prosedur dan merupakan sebuah eksekusi di luar proses peradilan (extrajudicial killing).
Musa Mako Tabuni bukan hanya sebuah nama, tapi simbol perlawanan damai dan martir dari sebuah bangsa yang tengah mencari keadilan dan kemerdekaan. Dalam hati rakyat Papua, Mako hidup terus — menjadi cahaya dan pendorong bagi pergerakan untuk mendapatkan kebebasan, kesetaraan, dan penghormatan atas HAM masyarakat Papua.
𝑃𝑢𝑖𝑠𝑖
𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑆𝑒𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑅𝑒𝑣𝑜𝑙𝑢𝑠𝑖𝑜𝑛𝑒𝑟 :
𝐷𝑖 𝑡𝑒𝑛𝑔𝑎ℎ 𝑔𝑒𝑙𝑜𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔 𝑝𝑒𝑟𝑙𝑎𝑤𝑎𝑛𝑎𝑛, 𝑘𝑎𝑢 𝑟𝑒𝑏𝑎ℎ,
𝐷𝑖𝑡𝑒𝑚𝑏𝑢𝑠 𝑝𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑘 𝑘𝑒𝑛𝑎𝑙 ℎ𝑎𝑡𝑖.
𝑇𝑎𝑝𝑖 𝑘𝑎𝑢 𝑡𝑎𝑘 𝑚𝑎𝑡𝑖 — 𝑘𝑎𝑢 ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝 𝑑𝑖 ℎ𝑎𝑡𝑖 𝑟𝑎𝑘𝑦𝑎𝑡,
𝐵𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑏𝑎𝑟𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑘 𝑝𝑎𝑑𝑎𝑚.
𝑅𝑒𝑣𝑜𝑙𝑢𝑠𝑖𝑜𝑛𝑒𝑟…
𝐿𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎ℎ𝑚𝑢 tak 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟ℎ𝑒𝑛𝑡𝑖,
𝑀𝑒𝑠𝑘𝑖 𝑟𝑎𝑔𝑎 𝑘𝑎𝑢 𝑡𝑎𝑘 𝑡𝑎𝑚𝑝𝑎𝑘 𝑙𝑎𝑔𝑖,
𝐽𝑖𝑤𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡𝑚𝑢 𝑡𝑒𝑟𝑢𝑠 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑎𝑙𝑎,
𝑀𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔𝑔𝑖𝑙 𝑟𝑎𝑘𝑦𝑎𝑡 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑙𝑎𝑤𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑖𝑛𝑑𝑎𝑠𝑎𝑛.
𝐷𝑎𝑟𝑎ℎ𝑚𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑏𝑒𝑛𝑖ℎ 𝑘𝑒𝑚𝑒𝑟𝑑𝑒𝑘𝑎𝑎𝑛,
𝐻𝑎𝑟𝑎𝑝𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑘 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑢𝑑𝑎𝑟.
𝐷𝑎𝑟𝑖 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑡𝑖𝑎𝑛𝑚𝑢, 𝑘𝑎𝑢 𝑚𝑒𝑙𝑎ℎ𝑖𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑙𝑎𝑤𝑎𝑛𝑎𝑛,
𝐷𝑎𝑟𝑖 𝑘𝑒𝑠𝑦𝑎ℎ𝑖𝑑𝑎𝑛𝑚𝑢, 𝑘𝑎𝑢 ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎𝑛𝑦𝑎.
𝐾𝑎𝑚𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔𝑚𝑢, 𝑝𝑎ℎ𝑙𝑎𝑤𝑎𝑛 𝑟𝑎𝑘𝑦𝑎𝑡,
𝑃𝑒𝑗𝑢𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑘 𝑘𝑒𝑛𝑎𝑙 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑒𝑟𝑎ℎ,
𝑆𝑜𝑠𝑜𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑙𝑖ℎ 𝑚𝑎𝑡𝑖 𝑑𝑒𝑚𝑖 ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝𝑛𝑦𝑎 𝑏𝑎𝑛𝑔𝑠𝑎,
𝐴𝑔𝑎𝑟 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑖𝑙𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑟𝑡𝑎𝑏𝑎𝑡 𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑡𝑒𝑔𝑎𝑘 𝑑𝑖 𝑚𝑢𝑘𝑎 𝑏𝑢𝑚𝑖.
"𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙣 𝙏𝙖𝙣𝙖𝙝 𝘼𝙙𝙖𝙩 & 𝙈𝙖𝙣𝙪𝙨𝙞𝙖 𝙋𝙖𝙥𝙪𝙖"🌹🔥✊🏾★彡
#HancurkanImperialismeKapitalisme
#HapuskanKolonialisme
#LawanMiliterisme
#MAI_P

Posting Komentar